Cerita jalan-jalan ke jogja, kota yang sudah sejak lama saya impikan. Mimpi ke Jogja, Kota yang membuat saya bingung dengan pengejaannya, Yogya atau Jogja?

Kereta Kencana di Yogyakarta. Jangan baca sendirian.. Ilustrasi kereta kuda. Dok: Wikimedia commons. Yuk..kita jalan-jalan ke Jogja.. Gw punya tiga sahabat, namanya Rai, Ali, dan Deddy. Kami memulai pertemanan sejak kecil, jadi banyak hal yang sudah dialami bersama, ada yang menyenangkan, banyak juga yang menyedihkan.
1. Nonton pentas seorang balita Disayang bunda seperti permata Selamat datang di Yogyakarta Semoga harimu penuh suka cita. 2. Celana atas, bajunya kemeja Dibeli Bapak di depan gereja Selamat datang di kota Jogja Kota kenangan seindah seroja. 3. Jalan jalan ke kota Yogyakarta Singgah sebentar di toko barista Ingin rasanya katakan cinta
Jalan ini dapat mengantarkan detikers ke Kampus UII Jogja, Kampus DKV, Museum Dewantara Kirti Griya, hingga Lapas Kelas IIA Jogja. 4. Jaim. Berikutnya adalah Jaim atau Jalan Imogiri. Jalan ini terletak di Kabupaten Bantul dengan pemandangan alam di sisi kanan dan kirinya. Jalan ini menjadi jalur utama jika ingin menuju ke kawasan Hutan Pinus di

Dijuluki sebagai Kota Pelajar, Yogyakarta atau yang akrab disapa dengan sebutan Jogja, adalah kota yang kaya akan khazanah budaya. Selain kental dengan tradisi-tradisi masyarakatnya yang terus dipelihara, Jogja ternyata juga menyimpan cerita-cerita unik yang mungkin bakal bikin bulu kudukmu merinding lho.

Yogyakarta bukan hanya kota yang menjadi kediaman bagi Sultan Hamengkubuwono maupun Malioboro, melainkan juga pernah menjadi ibu kota RI pada tahun 1946. Artinya, kota yang juga dijuluki sebagai Kota Pelajar ini menyimpan banyak sejarah. Tapi, apakah jalan-jalan ke Yogyakarta bakal menjadi salah satu sejarah yang ada di catatan kehidupan Sobat?

Jalan-jalan ke kota pelajar ini beberapa waktu lalu terasa lebih spesial karena saya mengunjunginya bersama Yaya Indro, Boo, dan Mika. Ini pertama kalinya buat kami sekeluarga bisa traveling di Jogja. Kami menghabiskan 3 hari 2 malam di sana. Dan itu tidaklah cukup! Hihi Ya, ke Jogja rasanya memang tidak bisa hanya sekali saja. SllrQU8.
  • oxm1dj6mq6.pages.dev/119
  • oxm1dj6mq6.pages.dev/63
  • oxm1dj6mq6.pages.dev/105
  • oxm1dj6mq6.pages.dev/97
  • oxm1dj6mq6.pages.dev/18
  • oxm1dj6mq6.pages.dev/173
  • oxm1dj6mq6.pages.dev/219
  • oxm1dj6mq6.pages.dev/161
  • oxm1dj6mq6.pages.dev/213
  • cerita jalan jalan ke jogja